ReviewReviewReviewPOEMAug 4, '06 11:59 PM
for everyone
Category:Other
Mengukur kesunyian

di setiap tikungan, aku mengukur kesunyian:
makin luas, langit makin berat

inilah perjalanan seribu tahun:
berangkat dari pagi yang jauh,
menuju pagi yang baru
tapi kesunyian demi kesunyian tak terbendung

kita mengutip debu, daun kering, dan sisa rumput
matahari mati di mulut mulut
yang menebar senyum di kotak kaca

inilah perjalanan ke kesunyian:
sunyi selebar kota, seluas kampung
jalanan penuh pohon tua yang tumbang

kita terperosok cemas di tiap tikungan
mengerang di kesendirian

Depok, 24 April 2006
karya Ismail Mustafa, lahir di Aceh 25 Agustus 1971. Puisinya tersiar di sejumlah antologi bersama, antara lain Seulawah (1995) dan Ziarah Ombak (2005). Sehari hari ia bekerja sebagai wartawan di jakarta.

brondongurie wrote on Mar 3
ReviewReviewReview
oo Gawd =0
Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help