Sepeda....itu yang keluar dari benak tuk berangkat kerja
ketika kuliah dan kerja di radio pun aku selalu menggunakan sepeda mini yang ada keranjangnya di depannya.
uang training selama di radio aku belikan sepeda mini bekas seharga Rp 175.000. perjuangan tuk menjalankan hidup ini berat, aku ingin menikmati hidup dan menyeimbangkan hidup dengan alam. Klo di puerterico bisa menikmati embun pagi ditemani kabut asap yang dingin menusuk kalbu. sedangkan malam, aku mengayuh dengan di temani taburan bintang malam dan bulan purnama dengan bantuan senter seadanya. sedangkan klo hujan datang menemani aku tetap mengayuh di dampingi petir yang datang tiba-tiba. kadang ketika ban kempes tiada bengel aku menggandengnya dengan sedikit perasaan jengkel di hati. sampai berkarat pun aku menyesal.
wi, sekarang aku berangkat dengan sepeda mini menuju kantor. perjalanan hanya di lewati dengan 2 tikungan, banyak lampu merah dan bersaing dengan mobil dan motor yang saling bekejaran. rada gugup juga seh ketika mobil/motor menikung begitu saja. tapi mereka semua malah memandang aneh ke arahku karena melihat cewek pake topi lebar dengan celana hitam 3/4, baju batik tulis dan mengenjot sepeda dengan santai.
dengan 45 menit di perjalanan naik sepeda sampailah di kawasan Pondok Indah. hal yang paling menyebalkan adalah di tanjakan KOSTRAD yang nyebelin bgt. jalanannnya hancur, tanjakkannya gak ngenakkin dan jalanannya tuh basah dah gitu bau pula.
ketika mau memasuki Gedung Ericsson basement 3, beberapa kendaraan sudah mulai berurutan tapi namanya sepeda tetep aja jalan bablas choy...dan ketemu pak ari teman sekantor yang bike to work juga.
mandi...rapih-rapih....lunch...work...and work
seimbangkan hidup dengan alam (%)